Hujan meteor Geminid tahunan, yang mencapai puncaknya sekitar tanggal 13 Desember, baru-baru ini memberikan pemandangan langit yang spektakuler. Diambil oleh astrofotografer Josh Dury di dekat Semenanjung Yucatán di Meksiko, gambar tersebut menunjukkan meteor terang melesat melintasi langit malam berwarna hijau di atas jejak kaki dinosaurus purba. Penjajaran yang mencolok ini memberikan pengingat visual yang kuat akan peristiwa kosmik yang telah secara drastis membentuk kehidupan di Bumi.
Apa Itu Meteor Geminid?
Ini bukanlah “bintang jatuh” melainkan partikel-partikel kecil – seringkali tidak lebih besar dari butiran pasir – yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan luar biasa, terbakar dalam kilatan cahaya yang cemerlang. Geminid tampak memancar dari konstelasi Gemini, dekat bintang Castor, itulah nama pancurannya.
Puing Asteroid, Bukan Debu Komet
Yang membuat Geminid unik adalah sumbernya: bukan komet, tapi asteroid. Khususnya, 3200 Phaethon, yang menunjukkan perilaku mirip komet. Hal ini tidak biasa karena sebagian besar hujan meteor berasal dari jejak puing-puing komet.
Hubungan Kosmik dengan Kepunahan?
Dury sengaja memilih lokasi ini – dibandingkan jejak fosil dinosaurus – untuk mengingatkan dampak bencana asteroid Chicxulub, yang memicu peristiwa kepunahan massal sekitar 66 juta tahun yang lalu. Seperti yang dijelaskan Dury, hujan meteor berfungsi sebagai metafora visual untuk tabrakan planet purba ini.
“Narasi pecahan asteroid yang menghujani memberi saya gambaran tentang kepunahan dinosaurus ketika asteroid Chicxulub bertabrakan dengan Bumi.”
Gambar tersebut dengan jelas menggambarkan bagaimana sampah luar angkasa yang tampaknya tidak berbahaya dapat dikaitkan dengan beberapa peristiwa paling dramatis dalam sejarah bumi. Geminid adalah pengingat tahunan yang indah akan kerentanan planet kita terhadap kekuatan kosmik.




















