Mikroba Menambang Meteorit di Luar Angkasa: Era Baru Ekstraksi Sumber Daya

0
14

Para ilmuwan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah berhasil mendemonstrasikan metode baru untuk mengekstraksi logam berharga dari meteorit menggunakan mikroorganisme. Terobosan ini, yang dipimpin oleh para peneliti dari Cornell University dan University of Edinburgh, dapat membentuk kembali keekonomian misi luar angkasa jangka panjang dengan memungkinkan pemanfaatan sumber daya in-situ (ISRU) – yang pada dasarnya adalah menambang di luar angkasa daripada mengandalkan pengiriman berbasis Bumi yang mahal.

Eksperimen: Bagaimana Mikroba Membuka Kekayaan Ruang Angkasa

Eksperimen yang dilakukan oleh astronot NASA Michael Scott Hopkins menguji dua organisme berbeda: bakteri Sphingomonas desiccabilis dan jamur Penicillium simplicissimum. Ini dipilih karena proses metabolismenya yang kontras, sehingga memungkinkan para ilmuwan mempelajari teknik ekstraksi yang lebih luas. Kedua organisme tersebut bekerja dengan mengeluarkan asam karboksilat, yang melarutkan mineral dalam sampel meteorit, melepaskan logam berharga ke dalam larutan cair.

Tujuannya bukan sekadar mengekstraksi logam; tujuannya adalah untuk memahami bagaimana perilaku mikroba berubah di lingkungan dengan gravitasi rendah. Hal ini penting karena biaya perjalanan luar angkasa mahal, dan kemampuan untuk memanen sumber daya di lokasi dapat mengurangi biaya secara signifikan.

Ruang Mengubah Metabolisme Mikroba: Peningkatan yang Mengejutkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolisme jamur berubah di ruang angkasa, menyebabkan peningkatan produksi asam karboksilat. Peningkatan ini meningkatkan pelepasan logam mulia seperti paladium, platinum, dan elemen bernilai tinggi lainnya. Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa kondisi ruang angkasa sebenarnya dapat meningkatkan efisiensi proses penambangan hayati ini.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa tingkat ekstraksi bervariasi secara signifikan tergantung pada logam target dan mikroorganisme spesifik yang digunakan. Eksperimen ini menyoroti kompleksitas ISRU dan perlunya studi lebih lanjut.

Mengapa Ini Penting: Masa Depan Eksplorasi Luar Angkasa

Permintaan akan sumber daya berbasis ruang angkasa semakin meningkat. Perusahaan seperti SpaceX dan Blue Origin, bersama lembaga seperti NASA dan ESA, sedang merencanakan misi jangka panjang ke Bulan dan Mars. Upaya-upaya ini memerlukan produksi sumber daya di lokasi agar layak secara ekonomi.

Paladium, salah satu logam yang diekstraksi dalam percobaan ini, sangat berharga dalam bidang teknologi, bahkan dalam jumlah kecil pun bisa berharga mahal. Mengekstraksi material semacam itu dari asteroid atau batuan bulan dapat mengimbangi biaya besar untuk mengangkatnya dari Bumi. Penelitian ini menandai langkah awal namun signifikan menuju masa depan tersebut.

Eksperimen ini menggarisbawahi potensi sistem biologis untuk ekstraksi sumber daya di lingkungan ekstrem. Meski tantangannya masih ada, konsep penambangan mikroba di luar angkasa bukan lagi fiksi ilmiah; ini adalah kenyataan yang muncul.

Попередня статтяSpesies Spinosaurus yang Baru Ditemukan Menjelaskan Gaya Hidup Dinosaurus
Наступна статтяMinggu Sains Ini: Terobosan dalam Efek Radiasi, Kesehatan Otak, dan Banyak Lagi