Bulan Masih Menyusut: Bukti Baru Aktivitas Tektonik Terkini

0
13

Penelitian terbaru menegaskan bahwa Bulan aktif secara geologis, menyusut dan membentuk kembali permukaannya bahkan hingga saat ini. Para ilmuwan planet telah mengkatalogkan ribuan punggung kuda kecil (SMR) di seluruh maria bulan, menunjukkan adanya kekuatan tektonik yang sedang berlangsung yang akan berdampak pada eksplorasi ruang angkasa di masa depan. Penemuan ini mengungkap Bulan yang jauh lebih dinamis dari perkiraan sebelumnya.

Tektonik Bulan: Gambaran Global

Berbeda dengan lempeng tektonik Bumi, Bulan tidak mengalami pergeseran lempeng. Sebaliknya, keraknya mengalami tekanan internal yang menciptakan bentuk lahan yang unik. Yang paling terlihat adalah lobate scarps, tebing curam yang terbentuk akibat kontraksi Bulan dan mendorong ke atas permukaan. Fitur-fitur ini, yang terkonsentrasi di dataran tinggi bulan, telah terbentuk dalam miliar tahun terakhir – periode yang relatif baru dalam 4,5 miliar tahun sejarah Bulan.

Pada tahun 2010, Tom Watters dari Smithsonian Institution mengkonfirmasi bahwa Bulan perlahan-lahan menyusut. Kontraksi ini menjelaskan lobate scarps, namun tidak sepenuhnya menjelaskan semua perubahan geologi terkini. Di sinilah peran SMR.

Small Mare Ridges: Bukti Baru

SMR mirip dengan lobate scarps karena disebabkan oleh kekuatan kontraksi yang sama, namun hanya ditemukan di lunar maria – dataran basaltik yang gelap. Penelitian baru ini menyediakan katalog komprehensif pertama dari fitur-fitur ini, mengidentifikasi 1,114 segmen baru dan menjadikan jumlah total SMR yang diketahui menjadi 2,634.

Temuan utamanya adalah bahwa SMR secara geologis masih muda, rata-rata berusia sekitar 124 juta tahun, kira-kira sama dengan usia lobate scarps (105 juta tahun). Ini berarti kedua formasi tersebut merupakan salah satu struktur termuda di Bulan, yang menunjukkan aktivitas tektonik yang berkelanjutan hingga masa lalu.

Menghubungkan Titik-Titik: Bulan yang Menyusut

Para peneliti telah mengamati bahwa lobate scarps di dataran tinggi sering bertransisi menjadi SMR saat meluas ke maria. Hal ini menunjukkan asal muasal yang sama dari kedua struktur tersebut, yang didorong oleh kontraksi Bulan yang terus berlanjut.

“Deteksi kami terhadap pegunungan muda dan kecil di maria… melengkapi gambaran global tentang Bulan yang dinamis dan berkontraksi,” kata Dr. Watters, menggarisbawahi pentingnya penemuan ini.

Gabungan data dari lobate scarps dan SMR memberikan gambaran yang jelas: Bulan bukanlah dunia yang mati. Planet ini terus membentuk kembali dirinya sendiri, berpotensi menimbulkan gempa bulan dan menghadirkan tantangan unik bagi pemukiman di bulan dalam jangka panjang. Kontraksi yang sedang berlangsung juga memberikan wawasan berharga mengenai sejarah termal dan seismik Bulan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Planetary Science Journal ini memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang keadaan dinamis Bulan, dan akan menentukan bagaimana misi masa depan direncanakan dan dilaksanakan.

Попередня статтяIndustri Vaksin Menghadapi Pemotongan karena Dukungan Pemerintah Federal yang Berkurang