Spesies Spinosaurus yang Baru Ditemukan Menjelaskan Gaya Hidup Dinosaurus

0
8

Spesies Spinosaurus yang baru diidentifikasi, bernama Spinosaurus mirabilis, mengubah pemahaman kita tentang dinosaurus ikonik ini. Ditemukan di Niger, Afrika, fosil berusia 95 juta tahun ini mengungkap makhluk yang beradaptasi untuk mengarungi sungai di pedalaman dibandingkan aktif berburu di lautan terbuka. Penemuan ini menyelesaikan perdebatan lama mengenai perilaku akuatik Spinosaurus dan kerabatnya.

Lambang yang Mengagumkan

Fitur yang paling mencolok dari S. mirabilis adalah jambulnya yang tinggi seperti pisau di atas kepalanya, yang tingginya mencapai 20 inci. CT scan memastikan bahwa jambul tersebut mengandung fosil pembuluh darah dan kemungkinan besar ditutupi oleh selubung keratin saat masih hidup, menunjukkan struktur dekoratif yang hidup. Para peneliti berpendapat bahwa jambul tersebut berfungsi sebagai tampilan, membantu pengenalan spesies selama perkawinan atau sengketa wilayah di sepanjang tepi sungai. Bentuk jambul yang asimetris awalnya membingungkan ahli paleontologi hingga sisa-sisa kerangka tambahan ditemukan pada tahun 2022.

Predator Daratan: ‘Bangau Neraka’ di Sahara

Lokasi fosil yang berada jauh di pedalaman, di dalam aliran sungai, merupakan bukti penting. Pemimpin studi Paul Sereno menekankan, “Tidak mungkin Anda akan menemukan… pada dasarnya seekor hewan air yang berjarak ratusan mil dari garis pantai.” S. mirabilis berbagi habitat dasar sungai dengan sauropoda berleher panjang, sehingga menegaskan gaya hidup mereka di daratan. Tim berpendapat bahwa fungsinya lebih seperti bangau, mengintai perairan dangkal untuk mencari ikan daripada berenang seperti predator laut. Struktur besar seperti layar di punggungnya, meski ikonik, akan menghambat kelincahan di perairan dalam, sehingga mendukung hipotesis mengarungi.

Menyelesaikan Debat Akuatik

Penelitian terbaru menunjukkan Spinosaurus terlibat dalam perburuan di bawah air, dengan alasan gigi khususnya (gigi rahang bawah yang menonjol pas di antara gigi rahang atas). Namun, S. mirabilis menyajikan gambaran yang berbeda. Bentuk tubuhnya, dikombinasikan dengan lokasi fosilnya, menempatkannya di antara penyeberang semiakuatik dan predator penyelam seperti penguin. Analisis tim menunjukkan bahwa Spinosaurus mengorbankan kelincahan demi fitur uniknya, yang menunjukkan adanya adaptasi terhadap aktivitas mengarungi dibandingkan berenang di perairan dalam.

“Ini menunjukkan proses sains mengevaluasi bukti dan munculnya bukti baru,” kata Sereno, menyoroti sifat dinamis penelitian paleontologi.

Penemuan Spinosaurus mirabilis menggarisbawahi pentingnya konteks fosil. Warna hitam pada tulang (karena konsentrasi fosfat yang tinggi) juga merupakan ciri khasnya. Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian paleontologi merupakan proses yang berkelanjutan, didorong oleh bukti-bukti baru dan evaluasi ulang teori-teori yang ada.

Pada akhirnya, fosil ini memberikan bukti kuat bahwa Spinosaurus bukanlah pemburu laut melainkan predator khusus yang beradaptasi dengan sungai-sungai di Afrika kuno.

Попередня статтяPolusi Mengganggu Masyarakat Semut: Mengapa Kita Harus Berhenti Memproyeksikan Sifat Manusia ke Serangga