Pemanasan Arktik: Perubahan yang Tidak Dapat Dipulihkan Bahkan Dengan Pengurangan CO2

0
6

Wilayah Arktik mengalami setidaknya 1,5°C pemanasan tambahan, terlepas dari apakah tingkat karbon dioksida atmosfer global kembali ke tingkat pra-industri. Artinya, meskipun tindakan iklim yang agresif diambil hari ini dan berhasil mengurangi CO2, Arktik masih akan mengalami pemanasan yang signifikan dalam jangka panjang.

Inersia Termal Lautan

Penyebab utama perubahan yang tidak dapat diubah ini adalah penyerapan panas secara besar-besaran oleh lautan di dunia. Sekitar 90% kelebihan panas akibat pemanasan global disimpan di lautan, yang akan terus menghangatkan Arktik selama berabad-abad meskipun atmosfernya mendingin. Kelambanan termal ini merupakan faktor penting: meskipun CO2 di atmosfer dapat dikurangi dengan relatif cepat, kandungan panas lautan berubah jauh lebih lambat.

Dampak ini diperburuk dengan adanya putaran umpan balik positif, misalnya hilangnya es di lautan. Dengan lebih sedikit es, lebih banyak perairan terbuka yang menyerap sinar matahari, sehingga semakin mempercepat pemanasan.

Pola Curah Hujan Akan Bergeser

Selain suhu, Arktik juga diperkirakan akan mempertahankan sekitar 0,1 milimeter per hari curah hujan berlebih bahkan dalam skenario penghilangan karbon dioksida (CDR) yang agresif. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan dalam siklus hidrologi Arktik juga terjadi, terlepas dari pengurangan emisi di masa depan. Studi ini menggunakan 11 model iklim independen untuk memprediksi hasil-hasil ini.

Batasan Penghapusan Karbon Dioksida

Banyak ahli yang skeptis bahwa proyek CDR skala besar akan mengurangi CO2 di atmosfer secara signifikan dalam waktu dekat, mengingat besarnya biaya finansial dan energi yang harus ditanggung. Studi ini menguji skenario ekstrem, termasuk meningkatkan kadar CO2 sebanyak empat kali lipat sebelum mencoba menghilangkannya. Hasilnya menunjukkan bahwa suhu di Arktik tetap 1,5°C lebih hangat dibandingkan suhu pada masa pra-industri, bahkan dalam skenario ini.

Sirkulasi Pembalikan Meridional Atlantik (AMOC)

Model tersebut juga memperkirakan pendinginan lokal di jalur lautan di selatan Greenland dan Islandia. Hal ini terkait dengan potensi perlambatan Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC), arus laut utama yang mengangkut panas dari daerah tropis. Melemahnya AMOC dapat mengakibatkan musim dingin yang lebih dingin di Eropa, karena pasokan air hangat ke wilayah tersebut akan berkurang.

Dampak Jangka Panjang dan Ketidakpastian

Studi ini tidak secara langsung memodelkan pencairan lapisan es atau pencairan lapisan es Greenland, namun dampaknya diperkirakan akan terus berlanjut. Meskipun Arktik pada akhirnya akan mendingin selama berabad-abad, beberapa ratus tahun mendatang kemungkinan besar akan terjadi pemanasan dan destabilisasi yang terus berlanjut.

Nasib Arktik tidak hanya ditentukan oleh tingkat CO2 di atmosfer. Akumulasi panas lautan, dikombinasikan dengan putaran umpan balik dan pergeseran arus laut, menciptakan situasi di mana beberapa perubahan tidak dapat diubah dalam waktu dekat.

Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya tindakan iklim yang agresif, meskipun penelitian ini mengakui bahwa dampak-dampak tertentu telah terjadi. Arktik bukan hanya korban pemanasan di masa depan; ini adalah wilayah yang sedang mengalami perubahan yang tidak dapat diubah sekarang.

Попередня статтяPBB Memantau Komet Antarbintang 3I/ATLAS untuk Meningkatkan Pertahanan Planet
Наступна статтяPeringkat Monogami Manusia: Posisi Kita Diantara Mamalia