Sungai Finke: Jalur Air Berkelanjutan Tertua di Bumi

0
20

Sungai tertua di dunia belum tentu merupakan sungai terbesar atau paling terkenal. Banyak sungai terbentuk, berkembang, dan akhirnya menghilang seiring dengan berkembangnya bentang alam. Namun, ada satu sungai yang bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama: Sungai Finke di Australia.

Sungai Yang Lebih Tua Dari Dinosaurus

Sungai Finke, yang dikenal sebagai Larapinta dalam bahasa Pribumi Arrernte, diperkirakan berusia antara 300 dan 400 juta tahun, bahkan lebih tua dari dinosaurus paling awal. Jaringan sungai ini membentang sepanjang 400 mil (640 kilometer) melintasi Northern Territory dan South Australia. Tidak seperti kebanyakan sungai, aliran Finke mengalir secara terputus-putus, dan keberadaannya terutama sebagai lubang-lubang air terpencil di pedalaman Australia yang gersang.

Bagaimana Para Ilmuwan Menanggapi Sungai

Catatan geologi, pola pelapukan, dan analisis isotop radioaktif di sekitar batuan telah memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan usia Finke hingga periode Devonian atau Karbon (419–299 juta tahun yang lalu). Indikator utamanya adalah fenomena yang disebut drainase lintas-aksial. Daripada mengikuti jalur termudah di sepanjang formasi batuan yang lebih lembut, Finke memotong langsung melalui struktur kuarsit yang tahan di MacDonnell Ranges. Hal ini menunjukkan bahwa sungai tersebut sudah ada sebelum gunung-gunung menjulang, dan membentuk alirannya seiring dengan naiknya daratan.

“Ada beberapa dugaan bahwa terdapat drainase yang sudah ada sebelumnya yang mengalir seiring dengan bertambahnya kawasan ini,” jelas ahli geomorfologi Victor Baker. “Sungai sudah ada sebelum gunung-gunung terbentuk dan ketika kerak bumi terangkat ke atas, sungai itu pun menyusut.”

Kenapa Bisa Bertahan Lama?

Sungai biasanya hilang karena penumpukan sedimen, pergeseran tektonik, atau perubahan iklim. Umur panjang Finke yang luar biasa disebabkan oleh stabilitas geologis Australia. Benua ini terletak di Lempeng Australia, yang hanya mengalami aktivitas tektonik minimal selama 100 juta tahun. Stabilitas yang tidak terputus ini memungkinkan sistem sungai berkembang tanpa gangguan besar.

Erosi dan pelapukan semakin mendukung usia ini, menghasilkan profil kimia unik yang menunjukkan interaksi sungai dengan atmosfer dan aliran air selama ribuan tahun. Isotop radioaktif di sekitar batuan bertindak sebagai jam alami, memungkinkan para ilmuwan memperkirakan usianya dengan menganalisis tingkat peluruhan.

Masa Depan Perairan Purba

Meskipun Finke telah bertahan dalam jangka waktu yang luar biasa, masa depannya masih belum pasti. Konsumsi air oleh manusia dan perubahan iklim semakin meningkatkan ancaman terhadap sungai di lahan kering. Ellen Wohl, ahli geologi di Colorado State University, mencatat bahwa Finke, seperti banyak saluran air lainnya, menghadapi tekanan yang semakin besar akibat penggunaan air.

Jika Finke menghilang, Sungai Baru di Amerika Serikat—yang diperkirakan berusia sekitar 300 juta tahun—mungkin menjadi sungai tertua berikutnya. Namun, Finke tetap menjadi bukti luar biasa akan kekuatan stabilitas geologis dan merupakan makhluk langka yang mampu bertahan di lanskap bumi yang selalu berubah.

Artikulli paraprakKomputer Quantum Mungkin Memerlukan Kekuatan Setingkat Superkomputer
Artikulli tjetërSupermoon Januari 2026: Penjelasan Bulan Serigala