Supermoon Januari 2026: Penjelasan Bulan Serigala

0
13

Bulan Purnama pertama di tahun 2026 akan menjadi supermoon, melanjutkan tren penampakan bulan yang lebih besar dan lebih terang yang dimulai pada akhir tahun 2025. Ini berarti bulan Januari akan menghadirkan peristiwa langit yang menakjubkan lainnya bagi para pengamat bintang. Namun mengapa bulan-bulan ini tampak lebih besar, dan apa sebenarnya arti istilah “supermoon”?

Apa yang Membuat Supermoon Spesial?

Supermoon bukanlah tipe bulan khusus, melainkan Bulan Purnama yang terjadi ketika Bulan berada pada atau mendekati titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya—suatu titik yang disebut perigee. Karena kedekatannya ini, Bulan tampak 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan saat jaraknya terjauh. Meskipun perbedaan ini tidak selalu terlihat dengan mata telanjang, hal ini menciptakan kehadiran bulan yang jauh lebih dramatis di langit malam.

Kapan Melihat Wolf Moon di bulan Januari

Bulan Purnama pada bulan Januari 2026 akan mencapai puncaknya pada Sabtu, 3 Januari, sekitar pukul 05.02 ET. Artinya, ini akan paling terlihat pada malam hari hingga dini hari pada hari itu.

Nama: Mengapa ‘Wolf Moon’?

Secara tradisional, Bulan Purnama di bulan Januari dikenal sebagai “Bulan Serigala”. Nama ini berasal dari cerita rakyat, yang mencerminkan keyakinan bahwa serigala lebih aktif dan vokal sepanjang tahun ini. Meskipun ilmu pengetahuan modern tidak mengkonfirmasi hal ini secara spesifik, nama tersebut melekat karena asosiasi budaya dengan bulan-bulan musim dingin dan perilaku hewan.

Setelah Januari: Siklus Bulan

Bulan melewati delapan fase berbeda dalam orbit 29,5 hari mengelilingi Bumi. Fase-fase ini ditentukan oleh seberapa banyak permukaan Bulan yang diterangi matahari terlihat dari sudut pandang kita:

  • Bulan Baru: Tidak terlihat, karena sisi yang diterangi matahari menghadap jauh dari Bumi.
  • Bulan Sabit Waxing: Sepotong cahaya muncul, tumbuh setiap malam.
  • Kuartal Pertama: Separuh Bulan diterangi.
  • Waxing Gibbous: Lebih dari setengahnya menyala, mendekati penuh.
  • Bulan Purnama: Terang sepenuhnya.
  • Memudar Gibbous: Cahaya mulai berkurang.
  • Kuartal Terakhir: Separuh bagian lainnya menyala dari Kuartal Pertama.
  • Waning Crescent: Kepingan terakhir sebelum menghilang lagi.

Bulan Purnama berikutnya akan terjadi pada tanggal 1 Februari 2026, melanjutkan siklus fase bulan ini.

Supermoon, seperti yang terjadi di bulan Januari, merupakan pengingat akan hubungan dinamis antara Bumi dan satelit alaminya. Memahami peristiwa-peristiwa tersebut dapat memperkaya apresiasi kita terhadap kosmos dan keindahan sederhana mengamati langit malam.

Artikulli paraprakSungai Finke: Jalur Air Berkelanjutan Tertua di Bumi
Artikulli tjetërUlasan Motorola Moto Watch Fit: Pelacak Anggaran yang Sangat Mampu