SpaceX Mengonfirmasi Satelit Starlink yang Tidak Berfungsi Akan Terbakar di Atmosfer

0
8

Satelit SpaceX Starlink mengalami anomali minggu lalu, yang menyebabkan hilangnya komunikasi dan pelepasan bahan bakar di dalamnya. Satelit tersebut, yang kini jatuh di orbit, diperkirakan akan hancur total saat masuk kembali ke atmosfer bumi dalam beberapa minggu. Insiden ini menyoroti risiko yang melekat dalam pengoperasian konstelasi satelit yang sangat besar, sekaligus menunjukkan kecepatan industri dalam merespons dan menilai kerusakan.

Penilaian Cepat dengan Citra Resolusi Tinggi

SpaceX mengontrak Vantor (sebelumnya Maxar Intelligence) untuk mengambil gambar satelit yang tidak berfungsi, menggunakan pesawat ruang angkasa WorldView-3 mereka. Foto yang dihasilkan, diambil dari jarak 150 mil dengan resolusi 4,7 inci, memberikan data penting mengenai kondisi satelit. Todd Surdey dari Vantor menyatakan bahwa kemampuan pencitraan canggih mereka memungkinkan konfirmasi cepat bahwa sebagian besar satelit masih utuh.

Resiko Minimal Puing

Meskipun satelit tersebut melepaskan sejumlah kecil puing karena anomali tersebut, SpaceX memastikan bahwa pecahan tersebut, bersama dengan satelit itu sendiri, tidak menimbulkan ancaman signifikan bagi pesawat ruang angkasa lain di orbit rendah Bumi (LEO). Menurut Wakil Presiden Teknik Starlink SpaceX Michael Nicolls, puing-puing tersebut akan terbakar di samping satelit selama masuk kembali ke atmosfer.

Skala Operasi Starlink

Acara ini menggarisbawahi skala program Starlink SpaceX. Dengan sekitar 9.300 satelit aktif, konstelasi ini mewakili sekitar 65% dari seluruh satelit operasional di orbit. Penyebaran besar-besaran seperti itu pasti akan meningkatkan kemungkinan kegagalan dan anomali, sehingga respons cepat dan penilaian kerusakan menjadi sangat penting.

Insiden ini menunjukkan kapasitas industri untuk memantau dan memitigasi risiko yang terkait dengan operasi satelit skala besar, memastikan bahwa pesawat ruang angkasa yang tidak berfungsi sekalipun tidak menimbulkan bahaya jangka panjang di orbit.

Artikulli paraprakPembaruan Fase Bulan: Bulan Sabit Waxing Terlihat 23 Desember 2025