AS Mengabaikan Perjanjian Perubahan Iklim dan Kelompok Internasional dalam Penarikan Secara Luas

0
12

Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan mantan Presiden Donald Trump, telah secara resmi menarik diri dari puluhan organisasi internasional, terutama termasuk Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). Langkah ini menunjukkan kemunduran yang signifikan dari kerja sama global dalam isu-isu penting seperti perubahan iklim, pembangunan, kesetaraan gender, dan resolusi konflik.

Pelepasan Strategis

Hampir setengah dari 66 entitas yang terkena dampak mempunyai hubungan dengan PBB. Gedung Putih membenarkan penarikan tersebut dengan mengklaim kelompok-kelompok tersebut tidak lagi sejalan dengan kepentingan Amerika, dan malah mempromosikan apa yang mereka sebut sebagai “agenda yang tidak efektif atau bermusuhan.” Pemerintah secara konsisten menganggap upaya-upaya multilateral sebagai pemborosan uang pajak, terutama ketika upaya-upaya tersebut tampaknya bertentangan dengan sikap nasionalis pemerintah.

Keputusan untuk keluar dari UNFCCC – perjanjian dasar bagi semua aksi iklim internasional – merupakan keputusan yang sangat penting. Hal ini mencerminkan pola penolakan konsensus ilmiah yang lebih luas, dimana Trump sebelumnya menyebut perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia sebagai “hoax.” Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), yang merupakan otoritas terkemuka di bidang ilmu iklim, juga telah ditinggalkan, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa para ilmuwan AS mungkin menghadapi pembatasan partisipasi dalam penelitian di masa depan.

Dampak terhadap Kerjasama Global

Dampak dari penarikan diri ini melampaui kebijakan iklim. AS juga telah keluar dari organisasi-organisasi yang berfokus pada energi bersih, pemerintahan demokratis, dan kontra-terorisme, yang menandakan pergeseran dari pendekatan kolaboratif menuju keamanan dan pembangunan internasional.

Para pemimpin Eropa mengecam tindakan tersebut dan memperingatkan bahwa hal tersebut akan melemahkan kerja sama global. Para pejabat UE telah menyatakan penyesalannya atas keluarnya mereka dari UNFCCC, dan menyoroti peran pentingnya dalam mendorong aksi iklim. Kritikus dari kelompok advokasi AS menilai keputusan tersebut sebagai tanda lebih lanjut dari pemerintahan yang memprioritaskan isolasionisme dibandingkan tantangan global yang dihadapi bersama.

Implikasi Hukum dan Masa Depan

Penarikan diri AS dari UNFCCC akan memakan waktu satu tahun untuk diselesaikan, meskipun partisipasi efektif telah berhenti jauh sebelum pengumuman resmi. Konsekuensi hukumnya tidak pasti, karena Konstitusi menguraikan bagaimana perjanjian ditandatangani tetapi tidak menjelaskan bagaimana perjanjian tersebut ditarik. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pemerintahan di masa depan dapat dengan mudah bergabung kembali tanpa persetujuan Kongres.

Tindakan pemerintahan Trump ini merupakan tindak lanjut dari penarikan diri sebelumnya dari Perjanjian Iklim Paris, Organisasi Kesehatan Dunia, dan UNESCO. Konsekuensi jangka panjang dari langkah-langkah ini masih belum terlihat, namun hal ini menunjukkan adanya strategi yang disengaja untuk melepaskan diri dari lembaga-lembaga internasional.

Serangkaian penarikan diri ini menggarisbawahi penolakan mendasar terhadap multilateralisme, yang berpotensi mengganggu stabilitas kerja sama global dan menghambat kemajuan dalam isu-isu penting yang memerlukan tindakan kolektif.

Попередня статтяBintang Bima Sakti Membanjiri Bumi dengan Neutrino yang Tidak Terdeteksi