Lukisan Gua Tertua Mendefinisikan Ulang Asal Mula Kreativitas Manusia

0
8

Lukisan gua yang baru ditemukan di Indonesia menantang keyakinan lama tentang garis waktu kreativitas manusia. Para peneliti telah menentukan tanggal stensil cetakan tangan di pulau Sulawesi setidaknya berusia 67.800 tahun yang lalu, menjadikannya contoh seni gua tertua di dunia – lebih dari seribu tahun lebih tua dari pesaing sebelumnya.

Menulis Ulang Narasi Imajinasi Manusia Awal

Temuan ini bukan hanya soal usia; ini tentang bagaimana karya seni itu dibuat. Stensil tangan itu bukan sekadar garis besar, melainkan gambar yang sengaja diubah. Sang seniman menyempitkan dan memanjangkan jari-jarinya untuk menciptakan motif seperti cakar, yang menunjukkan kapasitas awal pemikiran abstrak dan representasi simbolis. Tingkat kreativitas yang disengaja ini merupakan penanda kunci perkembangan kognitif manusia modern.

Selama beberapa dekade, banyak yang percaya bahwa ledakan ekspresi artistik pertama terjadi di Zaman Es Eropa. Teori ini, yang dikenal sebagai “ledakan kreatif”, menyatakan bahwa pemikiran kompleks muncul secara tiba-tiba di sebagian kecil Eropa sebelum menyebar ke tempat lain. Namun penemuan selama dekade terakhir, khususnya di Sulawesi, telah membalikkan gagasan ini.

Mengapa Ini Penting: Melampaui Monopoli Kreatif Eropa

Temuan di Sulawesi mengungkapkan bahwa manusia sudah mampu berpikir simbolis dan berekspresi artistik jauh lebih awal, dan jauh di luar Eropa. Hal ini menantang pandangan Eurosentris tentang sejarah intelektual manusia. Penemuan ini menunjukkan bahwa kreativitas bukanlah “kebangkitan” yang tiba-tiba, melainkan merupakan sifat bawaan manusia yang sudah ada jauh sebelum spesies kita bermigrasi ke Eropa.

Profesor Adam Brumm dari Griffiths University menjelaskan, “Kami melihat ciri-ciri perilaku manusia modern di Indonesia yang membuat argumen Eurosentris sangat sulit dipertahankan.”

Implikasinya terhadap Migrasi Awal Manusia

Penanggalan lukisan Sulawesi juga mempunyai implikasi terhadap pemahaman kita tentang pola migrasi manusia purba. Temuan ini mendukung gagasan bahwa Homo sapiens mencapai daratan Sahul (Australia-New Guinea kuno) setidaknya 15.000 tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Beberapa bukti arkeologi menunjukkan keberadaan manusia di Australia sejak 65.000 tahun yang lalu, dan seni Sulawesi memperkuat kemungkinan klaim ini.

Warisan Aktivitas Artistik

Gua Liang Metanduno bukan sekadar kanvas bekas. Lukisan berlapis-lapis, beberapa berasal dari 20.000 tahun yang lalu, menunjukkan bahwa situs ini digunakan untuk ekspresi artistik setidaknya selama 35.000 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa seni gua bukanlah eksperimen sekilas, melainkan praktik budaya yang tertanam kuat.

Penemuan di Sulawesi memperkuat gagasan bahwa manusia memiliki kemampuan berpikir simbolis yang kompleks jauh sebelum kedatangan manusia modern di Eropa.

Temuan di Sulawesi, bersamaan dengan penemuan artefak simbolis di Afrika yang berumur 70.000-100.000 tahun, membentuk kembali pemahaman kita tentang evolusi kognitif manusia. Kisah kreativitas tidak lagi terbatas pada satu benua saja; ini adalah narasi global yang sudah ada sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Artikulli paraprakEl primer segundo del universo: de la singularidad a los cimientos