Kemunduran Alam Menimbulkan Ancaman Eksistensial Bagi Dunia Usaha

0
4

Perusahaan menghadapi kenyataan yang tidak dapat dihindari: kerusakan alam yang terus-menerus akan menyebabkan keruntuhan perusahaan mereka sendiri. Sebuah laporan baru yang penting dari Platform Kebijakan Sains Antarpemerintah tentang Keanekaragaman Hayati dan Jasa Ekosistem (Ipbes), yang didukung oleh 150 negara, memperingatkan bahwa dunia usaha harus beralih ke arah restorasi alam atau berisiko mengalami kepunahan bersama dengan spesies tempat mereka bergantung.

Ketergantungan Tersembunyi pada Alam

Laporan ini menggarisbawahi fakta penting yang sering diabaikan: semua bisnis bergantung pada jasa ekosistem gratis. Hal ini termasuk air bersih, tanah subur, penyerbukan, dan regulasi iklim. Jasa-jasa ini merupakan landasan bagi setiap industri, namun hilangnya keanekaragaman hayati semakin cepat pada tingkat yang mengkhawatirkan. Rekan penulis Ipbes, Matt Jones, menyatakan bahwa perusahaan tidak boleh lagi mengabaikan kaitan ini, karena kelangsungan hidup mereka dalam jangka panjang kini terkait langsung dengan kesehatan ekologis.

Insentif Ekonomi untuk Kehancuran

Sistem ekonomi saat ini sering kali memberi insentif pada degradasi dibandingkan pelestarian. Seperti yang dijelaskan oleh co-chair Prof. Stephen Polasky, seringkali lebih menguntungkan bagi perusahaan untuk menghabiskan sumber daya alam daripada melindunginya. Logika yang menyimpang ini memastikan hilangnya keanekaragaman hayati terus berlanjut, sementara keuntungan jangka pendek diprioritaskan. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang tidak berkelanjutan ini pada akhirnya melemahkan fondasi bisnis itu sendiri.

Dari “Bagus untuk Dilakukan” menjadi “Harus Dilakukan”

Bagi banyak perusahaan di Inggris, keberlanjutan bukan lagi sebuah pilihan. Leigh Morris dari The Wildlife Trusts menekankan perlunya metrik dan alat yang jelas yang memungkinkan dunia usaha mengukur dan meningkatkan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati. Transisi ini membutuhkan perubahan mendasar dalam pola pikir, yang tidak hanya sekedar tindakan dangkal menuju perubahan yang bermakna.

Praktik Positif Alam dalam Tindakan

Integrasi bisnis dan konservasi yang sukses sudah terjadi. Steart Marshes di Somerset menggambarkan bagaimana pertanian dan pengelolaan satwa liar dapat hidup berdampingan. Petani mengelola pola penggembalaan untuk menciptakan habitat optimal bagi burung, serangga, dan tanaman. Hasilnya? Ekosistem yang lebih sehat dan produk pertanian berkualitas lebih tinggi. Alys Laver dari Wildfowl and Wetlands Trust mencatat bahwa hal ini bukanlah kerugian bagi petani, melainkan sebuah evolusi yang perlu dilakukan. Pendekatan yang sama memberikan perlindungan alami terhadap banjir bagi masyarakat lokal.

Laporan ini memperjelas: mengabaikan alam bukan lagi sebuah strategi bisnis yang layak. Perusahaan harus secara aktif berinvestasi dalam restorasi untuk menjamin masa depan mereka sendiri.

Temuan Ipbes menjadi peringatan keras. Nasib dunia usaha kini terkait erat dengan nasib bumi. Hal ini bukan sekedar masalah lingkungan hidup; ini adalah masalah kelangsungan ekonomi.

Попередня статтяWanita dalam Atletik Yunani Kuno: Melampaui Mitos