Beyond the Horizon: Astronot Artemis II Akan Memecahkan Rekor Jarak

0
11

Awak misi Artemis II berada di ambang tonggak sejarah. Saat mereka melanjutkan perjalanan mereka melalui luar angkasa, astronot Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen siap menjadi manusia terjauh dari Bumi dalam sejarah, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh awak misi Apollo 13.

Meskipun misi ini tidak dirancang untuk pendaratan di bulan, misi ini berfungsi sebagai “pencari jalan” penting bagi NASA. Dengan menguji sistem pendukung kehidupan dan melakukan observasi ilmiah di luar angkasa, para kru membuka jalan bagi misi Artemis di masa depan yang pada akhirnya akan menempatkan manusia di permukaan bulan.

Lunar Flyby: Perjalanan Menuju Hal yang Tidak Diketahui

Pada hari Senin, misi tersebut memasuki fase paling intens: terbang melintasi bulan. Periode ini melibatkan jarak yang sangat dekat dengan Bulan, sehingga menawarkan sudut pandang unik yang belum pernah dialami manusia sebelumnya.

  • Catatan Jarak: Para kru akan mencapai jarak maksimum dari Bumi pada 19:07, mengelilingi Bulan sebelum memulai perjalanan pulang.
  • Pemadaman Radio: Saat pesawat ruang angkasa lewat di belakang sisi jauh Bulan, massa bulan akan memblokir semua sinyal radio dari Bumi. Pemadaman komunikasi ini diperkirakan akan berlangsung sekitar 41 menit, dimulai sekitar pukul 18:44.
  • Perspektif Baru: Berbeda dengan “sisi dekat” Bulan yang kita lihat dari Bumi, sisi jauhnya dicirikan oleh banyak kawah dan kurangnya material vulkanik. Para ilmuwan memperkirakan objek tersebut akan tampak lebih terang karena pantulan cahaya dari kawah tumbukan, namun berpotensi memiliki warna yang “lebih abu-abu”.

“Melihatnya dengan mata manusia akan menambah dimensi mendalam dan realitas fisiknya—menjadikannya lebih seperti tempat yang dapat kita jelajahi dan temukan,” kata Dr. Julie Stopar dari Lunar and Planetary Institute.

Sains di Luar Angkasa: Dari Geologi ke Biologi

Awak Artemis II bukan sekadar penumpang; mereka bertindak sebagai ilmuwan lapangan. Meskipun satelit yang mengorbit memberikan citra resolusi tinggi, mata manusia menawarkan tingkat pengamatan warna dan tekstur yang berbeda yang belum dapat ditiru oleh mesin.

Observasi Geologi

Para astronot akan mendokumentasikan aliran lava kuno, pegunungan, dan kawah tumbukan. Mereka juga akan mengawasi daerah Bulan yang gelap dan tidak diterangi cahaya, mencari “kilat” yang disebabkan oleh meteoroid yang menghantam permukaan Bulan.

Penelitian Biologi: Eksperimen AVATAR

Selain geologi, misi ini juga melakukan penelitian biologi penting melalui eksperimen AVATAR (A Virtual Astronaut Tissue Analog Response).
Teknologi: Para ilmuwan menggunakan “organ dalam sebuah chip”—perangkat kecil seukuran thumb drive—yang berisi sampel sumsum tulang.
Tujuan: Para peneliti ingin memahami bagaimana gayaberat mikro dan paparan radiasi luar angkasa (di luar medan magnet pelindung Bumi) memengaruhi pembentukan sel darah dan DNA. Data ini sangat penting untuk memastikan kesehatan jangka panjang para astronot yang melakukan perjalanan lebih jauh ke Mars.

Logistik Kehidupan di Orbit

Tinggal di pesawat ruang angkasa kompak membutuhkan keseimbangan antara nutrisi, keselamatan, dan moral. Untuk mencegah puing-puing yang mengambang, para ilmuwan pangan NASA telah merekayasa makanan yang meminimalkan remah-remah.

Menu yang disajikan para kru sangat berbeda dengan makanan “tabung pasta gigi” pada zaman awal ruang angkasa. Makanan mereka saat ini meliputi:
Makanan Utama: Telur orak-arik, sosis sarapan, couscous, dan bahkan daging sandung lamur atau makaroni dan keju.
Peningkat Semangat: Untuk memerangi isolasi luar angkasa, kru memiliki akses ke kopi, coklat, dan berbagai manisan.

Seperti yang dicatat oleh astronot Christina Koch, berbagi makanan ini memberikan rasa “kebersamaan”, mengubah misi berisiko tinggi menjadi sesuatu yang komunal seperti “perjalanan berkemah”.


Ringkasan: Misi Artemis II mewakili lompatan besar dalam penerbangan luar angkasa manusia, bergerak melampaui orbit rendah Bumi untuk menguji batasan biologis dan teknis perjalanan luar angkasa. Dengan memecahkan rekor jarak dan mengamati sisi jauh bulan, kru ini menyediakan data penting yang diperlukan untuk mewujudkan pendaratan di Bulan—dan akhirnya misi Mars—menjadi kenyataan.

Попередня статтяMemecahkan Rekor: Tonggak Sejarah Misi Artemis 2 NASA
Наступна статтяBeyond Earth: Kru Artemis II Akan Memecahkan Rekor Jarak Selama Flyby Bulan