Beyond Earth: Kru Artemis II Akan Memecahkan Rekor Jarak Selama Flyby Bulan

0
15

Misi Artemis II sedang memasuki fase paling bersejarah. Setelah lima hari melakukan perjalanan melalui luar angkasa, kru beranggotakan empat orang—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen —bersiap untuk melakukan perjalanan lebih jauh dari Bumi dibandingkan manusia mana pun dalam sejarah, bahkan melampaui rekor yang dibuat oleh para astronot Apollo 13.

Meskipun misi ini bukan merupakan upaya pendaratan, misi ini berfungsi sebagai “pencari jalan” penting bagi NASA, menguji batas ketahanan manusia dan sistem pesawat ruang angkasa saat kita bersiap untuk kembali ke permukaan bulan.

Lunar Flyby: Melihat yang Tak Terlihat

Pada hari Senin, para kru akan beralih ke fase terbang lintas bulan, suatu periode observasi ilmiah intensif. Saat pesawat luar angkasa Orion mengorbit Bulan, para astronot akan mengalami beberapa fenomena unik:

  • Jarak Maksimum: Pukul 19.07, kru akan mencapai titik terjauh dari Bumi.
  • Pemadaman Radio: Saat Bulan melintas di antara kru dan Bumi, sinyal radio akan diblokir. Pemadaman komunikasi ini diperkirakan berlangsung kurang lebih 41 menit, dimulai pukul 18.44 WIB.
  • Perspektif Sisi Jauh: Berbeda dengan “sisi dekat” Bulan yang lazim, sisi jauh ditandai dengan kawah besar dan kurangnya material vulkanik. Para ilmuwan memperkirakan bintang tersebut akan tampak lebih terang dan lebih abu-abu dibandingkan apa yang kita lihat dari Bumi.
  • Gerhana Matahari: Setelah terbang lintas, kru akan menyaksikan gerhana matahari selama 53 menit, yang menawarkan pemandangan langka mahkota matahari serta perspektif unik Bumi dan planet lain.

“Melihat [sisi jauh] dengan mata manusia akan menambah dimensi mendalam dan realitas fisiknya—membuatnya tampak seperti tempat yang dapat kita jelajahi dan temukan,” kata Dr. Julie Stopar dari Lunar and Planetary Institute.

Mengubah Astronot menjadi Ilmuwan Lapangan

Meskipun awaknya akan tetap berada di orbit—kira-kira 4.000 hingga 6.000 mil di atas permukaan—peran mereka lebih dari sekadar pengamat pasif. NASA pada dasarnya melatih para astronot ini untuk bertindak sebagai ilmuwan lapangan.

Dengan menggunakan fotografi resolusi tinggi, kru akan mendokumentasikan aliran lava purba, pegunungan, dan kawah tumbukan. Karena mata manusia dapat mendeteksi nuansa halus dalam warna dan tekstur yang mungkin terlewatkan oleh satelit yang mengorbit, pengamatan mereka akan sangat penting dalam memetakan Bulan untuk misi pendaratan di masa depan.

Biologi Luar Angkasa

Komponen utama dari misi ini adalah memahami bagaimana tubuh manusia bereaksi terhadap kehidupan di luar medan magnet pelindung bumi.

Untuk mempelajari hal ini, NASA menggunakan chip AVATAR (A Virtual Astronaut Tissue Analog Response). “Organ dalam sebuah chip” ini berisi sampel sumsum tulang dari kru. Dengan menganalisisnya dalam gayaberat mikro, para peneliti berharap dapat memahami:
1. Kehilangan Kepadatan Tulang: Seberapa dalam ruang mempengaruhi integritas struktural tulang manusia.
2. Perkembangan Sel Darah: Bagaimana pembentukan sel darah merah dan putih berubah.
3. Perubahan DNA: Bagaimana radiasi dan gayaberat mikro memengaruhi telomer—bagian DNA yang terkait dengan penuaan.

Logistik Kelangsungan Hidup: Makanan Luar Angkasa dan Semangat

Tinggal di rumah kapsul yang padat membutuhkan perencanaan yang cermat, bahkan untuk sesuatu yang sederhana seperti sarapan. Menu kru adalah keseimbangan nutrisi, keamanan, dan kenyamanan psikologis yang dirancang dengan cermat.

Untuk mencegah remah-remah yang mengapung merusak barang elektronik sensitif, makanan diformulasikan dengan cermat. Menunya mencakup item seperti sosis sarapan, couscous, dan salad mangga, serta berbagai pilihan kopi dan teh.

Lebih dari sekedar kalori, ilmuwan pangan NASA menekankan bahwa nutrisi adalah alat untuk meningkatkan semangat. Dalam ruang angkasa yang terisolasi, makan bersama berfungsi sebagai jangkar sosial yang penting. Seperti yang dicatat oleh astronot Christina Koch, berbagi makanan di orbit terasa “seperti perjalanan berkemah”, memberikan rasa kebersamaan dalam lingkungan yang tidak biasa.


Kesimpulan
Misi Artemis II mewakili lompatan besar dalam penerbangan luar angkasa manusia, transisi dari pengujian orbit rendah Bumi ke eksplorasi luar angkasa. Dengan memecahkan rekor jarak dan melakukan penelitian biologi tingkat lanjut, kru ini meletakkan dasar penting untuk era pemukiman bulan berikutnya.

Попередня статтяBeyond the Horizon: Astronot Artemis II Akan Memecahkan Rekor Jarak
Наступна статтяArtemis II NASA: Cara Menyaksikan Lintasan Bulan yang Bersejarah