Oscar tidak dimulai sebagai tontonan global. Mereka memulainya sebagai keputusan administratif yang tenang. Ketika Akademi Seni dan Sains Film diluncurkan pada tahun 1927, para pendirinya memikirkan hal-hal yang lebih besar daripada membagikan patung emas. Penghargaan hanyalah salah satu dari sekian banyak komite yang mereka bentuk. Konsep itu ada. Momentumnya tidak terjadi.
Butuh waktu lebih dari satu tahun untuk melakukan perdebatan internal agar gagasan ini mendapatkan daya tarik. Lalu, pada Mei 1928, segalanya berubah. Pihak akademi akhirnya menyetujui usulan panitia. Mereka berkomitmen untuk mempersembahkan Academy Awards of Merit. Tapi hasilnya tidak besar. Belum.
Hanya ada dua belas kategori.
Dua belas. Pikirkan tentang itu. Upacara hari ini berlangsung berjam-jam dengan kemenangan teknis yang tidak jelas dan penghargaan kehormatan. Saat itu, daftarnya sangat ketat. Pilihan terbaik tahun ini. Upacara pertama adalah acara yang intim. Makan malam pribadi. Hanya 270 tamu. Tidak ada karpet merah. Tidak ada siaran global. Hanya orang dalam industri yang makan dan menonton teman yang dikenali.
Kesenjangan antara pendirian akademi dan penghargaan pertama menyoroti sesuatu yang penting. Ini bukanlah sensasi dalam semalam. Itu adalah luka bakar yang lambat. Panitia harus meyakinkan semua orang bahwa menghormati film itu penting. Bahwa karya tersebut layak mendapat penghormatan institusional. Pada Mei 1928, mereka mendapat lampu hijau. Sisanya adalah sejarah. Atau lebih tepatnya, permulaannya.
“Baru pada bulan Mei 1928 akademi menyetujui saran komite untuk mempersembahkan Academy Awards of Merit dalam 12 kategori.”
Mengapa sejarah ini penting sekarang? Karena kami memperlakukan Oscar seperti sebuah monolit. Sebuah tradisi yang tetap. Tapi itu rapuh. Itu bersifat eksperimental. Penghargaan putaran pertama ini menjadi acuan bagi cara kita memandang pencapaian sinematik. Meskipun formatnya telah membengkak sejak saat itu.
Pemenang pertama tetap menjadi titik keingintahuan. Siapa mereka? Bagaimana reaksi mereka terhadap upacara pesta makan malam? Jawabannya terkubur dalam arsip. Namun fakta bahwa ini dimulai dengan dua belas kategori adalah kisah nyata. Ini bukan tentang skala. Ini tentang niat.
















