Warisan Visual Artemis 2: Timelapse Bumi dari Tepi Luar Angkasa

0
9

Sebuah video timelapse baru yang menakjubkan menawarkan perspektif langka tentang planet kita, yang ditangkap oleh kru Artemis 2 selama penerbangan bersejarah mereka ke bulan bulan lalu. Dikompilasi dari arsip besar yang terdiri dari 12.000 gambar yang dirilis oleh NASA, rekaman tersebut menampilkan Bumi baik siang maupun malam, menyoroti interaksi halus antara aurora, satelit, dan kelengkungan planet terhadap kehampaan ruang angkasa.

Menangkap “Earthset” dan Selebihnya

Urutan video dimulai dengan Bumi yang perlahan mulai terlihat, sebuah bola bercahaya sebelum menghilang ke dalam kegelapan dari sudut pandang para astronot. Saat pandangan beralih, titik-titik kecil—satelit di orbit—terlihat berkilauan di atas tepi planet. Rekaman tersebut juga menangkap cahaya halus aurora, yang umumnya dikenal sebagai cahaya utara dan selatan, yang menari di sepanjang tepi atmosfer bumi sebelum planet tersebut kembali surut.

Meskipun tujuan utama misi ini adalah perjalanan mengelilingi bulan, sebagian besar fokus kru tetap berada di planet asal mereka. Salah satu gambar paling ikonik dari misi ini adalah “Earthset”, yang diambil pada Hari Penerbangan 6 (6 April) pukul 18:41. EDT. Diambil saat terbang melintasi sisi jauh bulan, gambar ini memberi penghormatan kepada foto terkenal “Earthrise” yang diambil oleh astronot Apollo 8, Bill Anders pada tahun 1968.

Dalam “Earthset” Artemis 2, hanya bumi berbentuk bulan sabit tipis yang terlihat, sedangkan bagian planet lainnya berada dalam bayangan. Awan putih cerah terlihat di Australia dan lautan sekitarnya, sementara permukaan bulan tampak di bawahnya, menampilkan Kawah Ohm selebar 40 mil (64 kilometer) di dekat cakrawala.

Kembalinya Bersejarah ke Luar Angkasa

Artemis 2 diluncurkan pada 1 April dan kembali ke Bumi pada 10 April, menandai momen penting dalam eksplorasi ruang angkasa. Ini adalah misi pertama yang mengirim astronot ke luar orbit rendah Bumi sejak Apollo 17 pada tahun 1972. Awaknya terdiri dari:

  • Reid Wiseman (Komandan, NASA)
  • Victor Glover (Pilot, NASA)
  • Christina Koch (Spesialis Misi, NASA)
  • Jeremy Hansen (Spesialis Misi, Badan Antariksa Kanada)

Misi ini bukan sekedar nostalgia melihat kembali era Apollo; itu adalah latihan teknis penting untuk pendaratan di bulan di masa depan. Keberhasilan navigasi dan pengoperasian pesawat ruang angkasa Orion di sekitar bulan memvalidasi sistem utama yang diperlukan untuk perjalanan ruang angkasa yang lebih dalam.

Jalan ke Depan: Artemis 3 dan Selanjutnya

Artemis 2 berfungsi sebagai batu loncatan penting dalam program Artemis NASA yang lebih luas, yang bertujuan mengembalikan manusia ke permukaan bulan dalam dua tahun ke depan. Langkah selanjutnya adalah Artemis 3, yang saat ini dijadwalkan pada tahun 2027.

Berbeda dengan Artemis 2, yang merupakan misi terbang lintas, Artemis 3 akan fokus pada pengujian operasi docking di orbit rendah Bumi antara pesawat ruang angkasa Orion dan salah satu atau kedua kendaraan Human Landing System (HLS) yang dikembangkan secara pribadi. Fase pengujian ini penting untuk memastikan keamanan dan fungsionalitas perangkat keras yang pada akhirnya akan membawa astronot ke dan dari permukaan bulan.

Kesimpulan: Misi Artemis 2 telah berhasil menjembatani kesenjangan antara era Apollo dan masa depan eksplorasi bulan, memberikan citra Bumi yang menakjubkan dan validasi teknis yang penting. Ketika program ini bergerak menuju Artemis 3, misi-misi ini meletakkan dasar bagi kehadiran manusia yang berkelanjutan di bulan.

Попередня статтяTetangga Kecil Pluto Mungkin Memiliki Atmosfer, Menantang Asumsi Tentang Luar Angkasa